
Dari Ibnu Umar rodhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: Rasulullah bersabda:
Perintah yang pertama kali diwajibkan kepada ummatku adalah shalat lima waktu, yang pertama kali diangkat dari amal perbuatan mereka adalah shalat lima waktu, dan yang pertama kali dipertanyakan dari amal perbuatan mereka adalah shalat lima waktu. Barangsiapa yang pernah meninggalkan sesuatu daripadanya maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman (kepada malaikat) : lihatlah ! Apakah kalian mendapatkan dari hamba-Ku shalat-shalat sunnah yang menyempurnakan kekurangannya dari shalat fardhu ?
Lihatlah puasa ramadhan hamba-Ku, apabila tertinggal (pernah tidak berpuasa) maka lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai pahala puasa sunnah yang akan menyempurnakan kekurangan puasa wajibnya ? Dan lihatlah zakat hamba-Ku, bila ia sempat tidak mengeluarkannya maka lihatlah apakah kalian mendapatkan hambaku bersedekah yang akan menyempurnakan kekurangan zakatnya ?
Maka diambilah pahala sunnah tersebut untuk melengkapi kekurangan atas kewajiban yang Allah perintahkan, yang demikian terjadi karena rahmat Allah dan keadilan-Nya.
Apabila didapati pahalanya lebih banyak (melengkapi pahala ibadah wajib) dalam timbangannya, maka dikatakan kepadanya: masuklah surga dengan senang hati.
Namun bila tidak didapati satupun pahala sunnahnya, maka Malaikat Zabaniyyah akan diperintah oleh Allah untuk menyeret tangan dan kakinya kemudian dilempar ke neraka.
(HR.Ahmad & Al-Haakim)
Sungguh Allah Maha Pengasih dan Penyayang dan Allah Maha Menepati Janji-Nya..
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Al Zalzalah :7-8)
Sami'na wa atho'na...
Mendirikan Sholat dan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditegakkan kita sebagai umat muslim. Sebagaimana dalam firman-Nya : “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan pada sebagian malam laksanakanlah sholat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu..” (QS.Al Isra’ : 78-79) dan “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS.Al Baqarah : 183).
Tak ada alasan kiranya bagi kita untuk meninggalkan apa yang telah diwajibkan dan menyempurnakan dengan sunnah-Nya.
"..Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat”(QS.Al Kahfi : 103-105)
"Apa yang dapat memberikanmu rasa aman apabila kelak amalmu di hadapan Allah tidak ada nilainya. Pada waktu itu, semua pintu amal untuk mendapatkan ampunan-Nya telah tertutup. Bagaimana kamu dapat menjalani hidup di dunia ini dangan tertawa. Dapatkah kamu bayangkan kondisimu di akhirat kelak jika semua amal yang kamu kerjakan di dunia ini ditolak?"
(Fudhoil bin Iyadh)
Akankah masih dapat kita beralasan untuk meninggalkan perintah-Nya ?
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi, karena mendustakan ayat-ayat-Nya dan melupakan perjumpaan dengan-Nya disebabkan kita telah meninggalkan perintah-Nya, sehingga di hari akhir kelak, tidak disediakan timbangan bagi amalan kita..
aamiin Ya Rabbal'alamin..
Disadur dari artikel berjudul : STOP, TAK PERLU BANYAK ALASAN ! Karya : Meylina Hidayanti.
Referensi :
0 Komentar