Lokasi Museum Pergerakan Wanita Indonesia terletak di sebelah barat daya Museum Affandi atau tepatnya di sebelah barat Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, berada di Jalan Laksda Adisucipto 86--88 Yogyakarta. Apabila ada yang ingin berhubungan dengan museum ini, bisa menghubungi nomor telpon (0274) 587818, 548721, atau 513282; faks (0274) 520360. Saat ini pimpinan Museum dipercayakan kepada Ibu Ny. Hj. Tuti I. Loekman Soetrisno. Status Museum ini adalah museum swasta, sedangkan jenis museum adalah museum khusus.
Riwayat Berdirinya Museum Pergerakan Wanita Indonesia
Museum Pergerakan Wanita Indonesia merupakan salah satu bagian dari bangunan Gedung Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia "Mandala Bhakti Wanitatama" yang didirikan untuk mengenang 25 tahun usia Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia (22 Desember 1928 - 22 Desember 1953). Monumen ini berbentuk bangunan, bukan "Tugu" yang dapat dimanfaatkan sebagai penyelenggaraan sarana pendidikan untuk kemajuan wanita dan sebagai wadah kegiatan organisasi wanita.
Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1953 oleh Ibu Soekanto, salah seorang pemrakarsa adanya kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928 di Yogyakarta. Bangunan yang pertama kali selesai adalah Balai Srikandi yang sekarang digunakan sebagai museum dan diresmikan pada tanggal 20 Mei 1956.
Koleksi
Adapun materi koleksi yang dipamerkan berupa:
- diorama perjuangan wanita,
- potret-potret peristiwa,
- pakaian pejuang wanita,
- mesin jahit,
- mesin ketik, dan lain sebagainya yang pernah dipergunakan oleh pejuang wanita pada saat itu.
diorama dapur umum yang menunjukkan peranan kaum wanita dalam perjuangan.
Jam Kerja/Buka
Setiap hari pada jam kerja Senin sampai dengan Sabtu buka, kecuali hari Minggu dan hari Besar.
| Hari | Jam Buka (WIB) |
| Senin s/d Kamis | 08.00 - 13.00 |
| Jumat dan Sabtu | 08.00 - 12.00 |
Koleksi alat dapur yang dipakai kaum wanita dalam pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan.
Biaya Masuk
| Jenis | Tarip |
| Dewasa | Rp 500,- / orang |
| Anak-anak | Rp 300,- / orang |
Bagi rombongan mendapat potongan sebesar 10%.
Koleksi mesin jahit yang dipakai kaum wanita dalam pelatihan.
Sumber Informasi:
- Bejo Haryono, dkk. 2000. Panduan Museum-Museum Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Depdiknas Propinsi DIY.
- Referensi Museum Pergerakan Wanita Indonesia.
0 Komentar