KOMPAS/BENNY DWI KOESTANTO
Wisatawan menikmati pemandangan persawahan di Tegalalang, Ubud, Bali, Minggu (24/1). Selain budaya, panorama juga menjadi daya tarik utama pariwisata Pulau Dewata.

SLEMAN, KOMPAS.com - Pengembangan desa wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipadukan dengan sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan perindustrian, karena terkait dengan berbagai potensi setempat. "Selain itu, pengelolaan desa wisata tidak hanya bermodal semangat, tetapi harus profesional, serta bisa memberikan kepuasan kepada wisatawan," kata Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (5/5/2010).

Selain itu, pengelolaan desa wisata tidak hanya bermodal semangat, tetapi harus profesional.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dwi Supriyatno acara penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba desa wisata se kabupaten ini, di Desa Wisata Tanjung itu, ia menyebutkan keberadaan desa wisata merupakan aset bagi pembangunan kepariwisataan.

Dengan keunikan masing-masing desa wisata, menurut dia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini.

Ia berharap ke depan desa-desa wisata di Kabupaten Sleman dapat berkembang baik, namun tetap mempertahankan ciri khas, karakter keunikan, serta keunggulan masing-masing. "Karakter desa wisata yang beragam harus tetap dipertahankan, karena pada karakter itulah daya tarik utama bagi wisatawan," katanya.

Sri Purnomo juga menyebutkan semakin banyak desa wisata yang dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat, akan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman.

Menurut dia, pada 2009 wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman jumlahnya 3.595.924 orang, atau meningkat dibanding 2008 sebanyak 2.276.478 orang.

Ia mengatakan kebijakan pengembangan desa wisata yang dilakukan pemerintah kabupaten adalah memberdayakan masyarakat dalam mengelola desanya, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Selain itu, menurut dia, melalui pengembangan desa wisata, masyarakat setempat dipacu untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya.

Dengan demikian, kata dia, pengembangan desa wisata selain untuk menambah objek wisata, juga bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat setempat.


Referensi :

  1. http://travel.kompas.com