Yuk Minimalkan Resiko "Human Error" dalam Berkendara!

JAKARTA, PedomanNEWS.com - Dari seluruh kecelakaan yang terjadi di jalan raya, faktor kelalaian manusia dalam berkendara (human error) memiliki kontribusi paling tinggi, yaitu mencapai 80-90 %. Sisanya merupakan faktor dari ketidaklaikan sarana kendaraan (5-10%) dan kerusakan infrastruktur jalan (10-20%).

Sangat tinggi bukan? Tentu saja tingkat kelalaian manusia seperti itu dapat kita kurangi dengan menerapkan prinsip-prinsip aman dalam berkendara. Yuk kita simak beberapa kiat seperti dilansir laman amandijalan.

Memahami dan Mengurangi Resiko

- Kendaraan harus dalam kondisi yang prima.

- Berkendara hanya dalam keadaan sehat secara fisik dan mental.

- Antisipasi tindakan pengguna jalan lain dan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

- Berusaha meningkatkan kemampuan dan ketrampilan berkendara secara benar, aman dan bertanggung jawab.

Mengatur Sikap, Penglihatan, Ruang dan Waktu - S I P D E Process

S = Search/Scan ( melihat )

Melihat dan memperhatikan seluruh situasi di jalan dalam berkendara.

I = Identify ( mengenali ) Kenali obyek diam atau bergerak.

P = Predict ( memperkirakan ) Perkirakan aksi atau pergerakan dan perubahan yang terjadi di jalan.

D = Decide ( memutuskan ) Putuskan apa yang akan dan harus dilakukan.

E = Execute (melaksanakan/melakukan ) Melaksanakan keputusan yang sudah dibuat sebelumnya.

The SMITH System

Selalu melihat jauh ke depan. Selalu gerakan mata.

Dapatkan gambaran menyeluruh situasi di jalan.

Sediakan ruang di depan, belakang, kanan dan kiri untuk menghindar.

Pastikan pengguna jalan lain melihat anda.

Pengaruh Lingkungan Sosial

Alkohol dan Obat Terlarang

- Dilarang berkendara dalam keadaan mabuk karena mengkonsumsi minuman beralkohol dan karena pengaruh obat terlarang seperti narkotik dan lain-lain.

Gangguan lain dalam Berkendara

*Dari Luar Kendaraan

- Billboard iklan, kecelakan pada lajur lain, dll.

*Dari Dalam Kendaraan

Makan dan atau minum

- Makan dan atau minum sambil berkendara sangat berbahaya, karena selain mengendarai dengan satu tangan kegiatan tersebut memecah konsentrasi dalam berkendara.

Merokok

- Merokok sambil berkendara juga berbahaya karena fokus mata tertuju pada ujung rokok sewaktu dinyalakan selain itu asap dan abunya bisa mengenai mata.

Telepon Genggam

- Berkendara sambil menggunakan ‘handphone’ sama berbahayanya dengan berkendara dalam keadaan mabuk karena pengaruh alkohol. Bukan karena cara memegang atau menggunakan ‘hand free’, tapi karena konsentrasi dipaksa terbagi dua antara berkendara dan topik pembicaraan.

Berbicara Pada Penumpang

- Jika topik pembicaraan dapat membuat pengendara berpikir keras sehingga konsentrasi terbagi dua, maka hal tersebut menempatkan pengendara dan penumpang dalam bahaya.

Mengganti Kaset, CD atau Frekuensi Radio

- Hal ini juga BAHAYA karena konsentrasi dapat terpecah.

Penulis :

  1. Taufik H Karepesina

Sumber :

  1. http://pedomannews.com
  2. http://swbjogja.blogspot.com